Selasa, 12 Februari 2008

Berakhirlah Pasar Rawasari, akankah hijaukan Jakarta?

URL: http://wahyuhandoko.blogspot.com/

Pasar Rawasari yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Rawasari,Cempaka Putih,Jakarta Pusat. sejak 10 Feb 2008 sudah mulai dibongkar. Tentu dengan beberapa perlawanan dari warga yang menempati kios sekitar 130 buah. Pasar ini dipakai untuk membuka usaha dagang keramik dan rotan, beberapa tempat ada yang dipakai untuk usaha warung makan.



Pagi ini (12 Feb 2008) secara total semua bangunan sudah dirobohkan, terkecuali masih ada masjid yang sengaja belum dibongkar.


Nampak warga dan anak-anak sementara menghuni dipinggir jalan dan kolong jembatan layang. Malam hari saya sebelumnya saya juga melintas kawasan itu, toko-toko masih banyak yang utuh tapi pagi ini total sudah rata dengan tanah.

Warga sudah mulai meninggalkan tempat usaha tersebut, sedangkan yang lain masih tetap tinggal di kolong jembatan fly over Pemuda. Yang masih tinggal adalah warga yang belum tahu entah mau kemana mereka tinggal, sementara sampai dapat kepastian banyak warga yang menjual keramik dengan harga super diskon. Semalam saya sempat bersamaan dengan pembeli yang membeli vas bunga ukuran sedang dengan harga sepuluh ribu. Harga normal biasa dijual 50 ribu.

Sementara sudah 3 hari ini diperempatan Pemuda selalu macet dengan kondisi tersebut. Selain banyak mobil parkir di jalur busway yang belum active dipakai, para pengguna jalan juga banyak yang melambatkan kendaraanya untuk melihat-lihat kondisi bekas pasar tersebut.

Banyak dari kalangan jurnalis berbagai media meliput berita ini, sementara ada sisi positif lain bagi para pengeruk puing-puing bangunan dan para pemulung. Nampak truk-truk hilir mudik mengambil bekas dinding yang sudah remuk.



Penertiban pasar ini dikarenan lokasi itu merupakan area ruang terbuka hijau pada mulanya. Dan sekarang akan dibuat menjadi area ruang terbuka kembali. Semoga, yang kita harapkan adalah benar-benar membuka lahan hijau dengan rumput dan tanaman, bukan dengan gedung atau mall yang berwarna hijau.

Sudahlah Jakarta, mari kita mulai tertib dan mangatur diri. Lahan hijau dan transportasi lancar menjadi dambaan warga Jakarta semua. Para gubernur dan DRRD mari kita bersama membenahi Jakarta, semoga study banding anda semua keluar negeri tidak sia-sia (maaf, selama ini banyak jalan-jalannya bukan?). Ngaku sajalah....yuks!
Posting Komentar