Kamis, 14 Februari 2008

Glodok-nya Koala Lumpur ya di Bukit Bintang

URL: http://wahyuhandoko.blogspot.com/



Sorry bukan Koala*) Lumpur sih sebenarnya...Maap Cik!!
*) : Koala (Phascolarctos cinereus) adalah salah satu binatang berkantung (marsupial) khas dari Australia, yang banyak terdapat di pesisir timur benua Australia. Makanan koala adalah daun ekaliptus yang banyak mengandung air, sehingga istilah koala seakan-akan muncul dari sebutan hewan yang jarang minum (koala), diambil dari bahasa Australia pribumi.

Ingat sama daerah Glodok di Jakarta, pusat shoping yang campur aduk dengan harga miring. Cobalah main ke Bukit Bintang di Kuala Lumpur.

Daerah ini mirip dengan Glodok, mau cari perkakas elektronik sampai fashion ada. Pakai saja bus (bas, kalo di KL) untuk menjangkaunya, kalau tidak pakai LRT juga bisa.

Ada pencopet nggak? Mungkin juga ada, pas saya berkunjung ada orang lagi kejar-kejaran di trotoar, salip sana-sini, loncat marka jalan, masuk gang sempit dan lalu yang ngejar kehilangan jejak.



Tapi apa itu copet, hmmm mungkin bukan juga, yang penting orang tadi pasti ada masalah soal tas yang dibawa ama orang yang menghilang entah kemana di gang sempit tadi.



Jalanan di daerah Bukit Bintang sedikit macet, tapi tetap nyaman arena jarang terdengar klakson mobil dan knalpot mobil atau bas tidak mengeluarkan asap tebal.

Situasi saat itu sedang mau imlek so di salah satu mall yang baru diresmikan, Pavilion namanya, sedang ada atraksi akrobat dari China. Lumayan ada tontonan gratis sekalian duduk istirahat dulu. Sederet merk terkenal ada di mall ini. Yang pasti Indonesia boleh banggalah, di salah satu sudut mallnya ada counter sepatu Bata dengan khas warna merah dan putihnya.


Muter sana-sini, intinya sih cari tandas (toilet), padahal sudah ngikutin arah petunjuk tapi tidak nemu-nemu malah kesasar ke theatre. Yang lagi diputer dan banyak peminat waktu itu Rambo IV. Wess kita sih lihat trailernya doang yang ada di depan. Ceritanya nontonnya nanti aja di KL Suria.

Keluar mall Pavilion, dan jalan di sekitarnya. Mau nongkrong di Starbuck kok mejanya pada basah kena gerimis hujan, ya sudah jalan lagi. Ada yang menarik soal penjual es krim, tulisanya sih traditional Turkish ice cream, makanya namanya A La Turka.

Kalau dilihat dari wajah penjualnya sih emang orang Turki, tidak seperti paras orang Papua New Guine, Nganjuk, atau pun orang Bekasi. Waduh, kalau es krim mah biasalah, tapi cara meladeni pelangganlah yang unik.


Sambil melayani sang penjual akan bersenandung, tiap kali mau nyekop es krim, sekopnya dipukulkan ke lonceng yang digantung di belakang-atas tempat jualan. Dan pas mau ngasih es krim ke pelanggan, dia membuat kejutan, seakan-akan es krimnya jatuh, tentu terkaget-kaget semua yang beli. Ada juga yang teriak waktu dipermainkan.

Masih satu lokasi dengan tempat es krim ala Turki, ada tempat merokok yang khas. Sayang aku lihat banyak anak-anak usia SMP-lah yang pada nongkrong disitu. Okay akhirnya balik lagi ke apartemen, naik bas yang sama dengan ticket yang sama waktu naik dari Ampang. Enak memang beli ticket sekali bisa dipakai seharian asal jalur basnya sama. Harganya pun cuma RM 2. Lumayanlah kalau mau muter bisa naik turun dan pakai saja ticket tersebut, pokoknya simpan jangan sampai hilang.



Turun Ampang lalu nyebrang, iseng-iseng masuk Citibank yang ada di dekat hotel Nikko. Coba check balance doang sekalian test kartu kredit!!
Posting Komentar