Jumat, 22 Februari 2008

Twin Tower Petronas, karya Cesar Pelli bermotif Seni Islam sedap dilihat siang malam.

URL: http://wahyuhandoko.blogspot.com/

Manapun kota besar suatu tempat enak memang kalau dilihat senja sampai malam. Misal kawasan Semarang bawah sangat sedap dilihat senja dari kawasan taman Tabanas, Bukit Gombel, Bukitsari. Atau tenggok saja kawasan Sudirman Jakarta kalau senja menjelang betapa indahnya. Coba anda liat dari gedung tinggi di kawasan itu. Tentu sedap bagi anda yang melihatnya, tapi tidak sedap bagi yang terjebak macet di usai jam kantor. Nasib.

Sama dengan kawasan menara kembar Petronas, enak dilihat malem. So sekalian mau makan malam di Suria KLCC, saya sempatkan untuk menikmati taman air mancur di samping menara.

Turun ke lantai 1 dari apartment, tingggg...! Keluar dan melangkah menuju lobby. Tapi ada yang menarik di layar plasma yang biasanya sebagai papan informasi dan iklan, kali ini tampilannya lain. Liat saja, saya kira hacker lagi beroperasi tapi setelah saya amati bukan. Dari balik layar sang master controlnya sedang update informasi, pakai HTML editor. Hmmm keliatan deh syntaxnya.....

Cocok banget dari tempat menginap ke menara Petronas memang melalui taman sehingga pas untuk ambil gambar full body dari menara. Nah bagi anda yang mau ambil gambar full dari menara taman ini cocok banget, baik siang maupun malam sepertinya pas untuk posisi pengambilan gambar.



Tempatnya dimana sih?
Anda cukup masuk ke belakang menara Petronas dari arah depan, arah stesen KLCC. Akan ada jalan menuju taman, sebelum menuju ke taman anda belok kiri ke arah Masjid Assyakirin, nah dari sekitaran masjid tersebut kita bisa ambil gambar full. Sepertinya memang sang perancang taman sudah memikirkan betul sehingga bagi pengemar fotografer dapet puas mengambil gambar dari kawasan ini. Sayang orang terlalu banyak mengambil gambar dari arah depan yang begitu pendeknya jarak ke menara sehingga hasilnya tentu seperti gedung kantor biasa. Lha gemana mau ambil full wong jaraknya tidak sampai 50 meter. Atau kalau tidak orang juga banyak mengambil dari arah taman air mancur simfonik dibelakang menara, memang view tamannya bagus tapi tetap saja kamera tidak bisa ambil sampai puncak, yang keliatan malah tulisan mall Suria KLCC.




Tapi taman ini memang menjadi favourite para pelancong dan tempat nonkrong para pengunjung mall, viewnya memang dapat dua, selain view menara secara opposite akan dapat view gedung-gedung tinggi yang lain. Dan efek bayangan dari air taman cukup menarik untuk diabadikan. Jadi monggo, tersera mau ambil dari arah mana, cuma dari arah taman yang saya ceritakan anda dapat mengambil secara penuh dengan mudahnya.


Foto diatas bisa menjadi rujukan arah yang saya terangkan tadi, bangunan warna hijau disertai ada bentuk oval diatasnya adalah Masjid Assyakirin. Terlihat taman belakang menara dibagiana atas, dan warna biru di ujung kiri adalah kolam renang anak-anak (atau budak, bahasa Melayu), dan disini ada tempat parkir yang cukup luas dan rapi, serta disediakan trek joging. Sebenarnya Monas Jakarta tidak kalah juga soal tamannya, cuma stylenya rada monoton, dan dikelilingi jalan protokol. Tapi memang salah satu ciri kota besar di Indonesia selalu begitu, dikepung empat hal:

  • 1. selalu ada alun-alum (dalam hal ini Monas),

  • 2. pusat pemerintahan (Istana Presiden),

  • 3. pusat agama (Istiqlal dan Kathedral), dan

  • 4. pusat pendidikan (hmm dimana ya kalau di sekitar monas).

Istilahnya itu kota 'mocopat' (ada 4 hal penting di pusat kotanya). Monas istimewanya ada rusanya. Banyak juga rusa kepala hitam yang suka berleha-leha dengan pasangannya dibawah pohon. Ladalahh..!

Untuk yang mau berkunjung dan naik ke Menara Petronas anda dapat baca info berikut sebagai rujukan jam masuk Menara Petronas:

Issuing of Tickets : Start from 08:30 AM
Visiting Days: Tuesday to Sunday (Jadi close hari Senin)
Visiting Hours: 09:00 AM - 07:00 PM (hari Jumat pas sholat jumat tutup dari 01:00 PM - 02:30 PM)
Location of Ticket Counter: Concourse Level (Lower Ground Level)


Oh ya waktu saya nongkrong disekitaran taman menara Petronas memandang opposite ke gedung yang tinggi, nampak dari lantai atas gedung yang rupanya hotel tidak henti-hentinya orang memotret menara ini. Nampak dari kilatan-kilatan lampu flash dari jendela-jendela hotel atau apartment. Memang menara kembar ini sangat menyihir pelancong untuk tidak lupa mengabadikannya.


Sedang saya dari arah Darby Park dapet view juga yang sama sedapnya, panorama menara Petronas memang menjadi daya tarik dari apartement disekitarnya, liat saja sebentar lagi akan ada bangunan baru berlabel The Troika, tepat di belakang hotel Nikko Kuala Lumpur. Dari lantai 19 saya sempat dapet moment kalau awan tuh sudah disentuh ama menara atau menara menyentuh awan ya?.

Next, menikmati makan malam di Suria KLCC sama saja dengan mall-mall pada umumnya, saya memesan makanan kandar khas India, padahal sih yang jualan wong Jowo. Temen kita sendiri :-). Harga menu plus minum air mineral sekitar RM 10.

Nasinya banyak rempah-rempahnya jadi anget di perut, tapi ini lebih baik daripada waktu saya berkunjung ke Padang pertama kali, di negeri sendiri malah sakit perut saking pedasnya. Sedang masakan India ini lebih cocok bagi perut dan lidah saya, dan karinya lezat dicelup-celup kerupuknya.

Kawasan Suria KLCC untuk makan sedikit lebih mahal, tapi untuk coba kudapan bolehlah. Oh ya cukup senang makan di Malaysia soal kehalalan makanan, tandanya selalu ada tempelan gede-gede jika makanan itu halal dan dikeluarkan oleh majelis agama. Mantap! Kadang di Indonesia saya terus terang ragu untuk makan di tempat-tempat yang bergaya oriental, bahkan yang biasa aja kadang takut. Tidak ada kejelasan halal atau tidak. Bukannya saya tidak suka pada penjual makanan yang tidak halal, tapi saya lebih senang kalau di Indonesia juga memasang tanda halal besar-besar. Yang tidak halal, silakan teruskan jualan karena customerlah yang akan memfilternya dan tidak perlu benci kepada warung yang menjual makanan yang tidak halal, asal yang jualan juga mendeklarasikan bahwa makanan ini tidak halal.

Aku..adalah orang yang menginginkan negeri ini tegas memberikan label halal dalam setiap productnya, ayolah Indonesia, ayolah maju negeriku. Yang tidak halal juga dilabelin, rakyat kita sudah pandai dan sadar kok, tinggal aturan dari pemerintah saja yang mesti ditegaskan.
Posting Komentar