Rabu, 05 Maret 2008

Darby Park Inside, Outside and Near by

URL: http://wahyuhandoko.blogspot.com/

Pagi hari sehabis breakfast (yang masih terlalu pagi rasanya, walau sudah jam 08:00), melenggangkan kaki, sekadar sightseeing Darby Park. Sejak semalem sudah rencana mau renang, memang renang termasuk hobi saya. Sedangkan Om Rizqal sendiri mau ambil kelas advance setelah lulus ambil kelas junior yang saya latih sendiri selama onsite saat project di Perawang Riau, Indonesia, waktu mengerjakan project Greenwich tahun 2006. Project Greenwich sendiri adalah project berlogo arloji, project yang mengimplementasikan SAP-HR Time Management di duet ke eOffice Applications.


Well, tinjau kolam renang yang kebetulan waktu itu ditutup karena mendung, so urung rencana renangnya. Kolam renang di apartment ini cukup bagus dan dilingkupi taman sederhana tapi keren dan terawat. Disampingnya juga terdapat lapangan tenis dan badminton serta kolam ikan koi.

Sedang dari sisi depan apartement dilihat dari lantai 9 tampak terusan Jalan Tun Razak tepatnya Jalan Binjai. Menyebut Jalan Tun Razak mengingatkan 'kedamaian' antara negeri Jiran dan Indonesia pada masa Tun Razak menjadi perdana menteri. Begitu indahnya hubungan Adam Malik kala itu. Pada jaman Tun Razak ini pula guru matematika didatangkan ke Malaysia untuk mengajar orang-orang melayu. Maka saat meninggalnya Tun Razak pada 14 Januari 1976 surat kabar terbitan Jakarta memuat tulisan “kehilangan seorang saudara kandung".

Lanjut ke near by of Darby Park, terlihat mobil melintas di depan lobby, yang berwarna kuning adalah cab (taksi). Taksi di Jakarta jauh lebih bersih dan keren (acuan: Blue Bird), daripada taksi di KL. Taksi di KL menggunakan sedan buatan nasional, Proton. Dan kalau dilihat mobil dalam kota didominasi oleh type city car, dominan dikuasai oleh Kancil. Kancil adalah salah satu product Daihatsu, di Indonesia dibandrol dengan merk Ceria. Ceria di Indonesia dipandang sebelah mata sepertinya, padahal di KL rata-rata orang memakai Kancil. Rasa gengsi mungkin yang membuat orang Indonesia jarang memakai mobil-mobil imut ini, padahal cocok banget untuk masuk-masuk gang di Jakarta. Sedangkan mobil nasional Proton (Waja, Saga) jamak dipakai warga KL. Memang pemerintah Malaysia sepertinya mengucurkan seribu dua belas kemudahan untuk mempunyai mobil nasionalnya, cicilan bisa diambil sampai tenor 9 tahun, dengan uang muka yang super ringan. Beda ya ama kita....Timor kemana akhirnya?

Restoran khas nasi kandar berada tidak jauh dari Darby Park. Buka 24 jam dan dikelola oleh orang-orang keturunan India. Cukup beragam makanannya dan Insya Allah dijamin halal. Selain nasi putih biasa, nasi briyani dijual disini, rasanya jauh lebih terasa seperti jamu, tapi saya suka karena rasa rempah-rempahnya cukup cocok di lidah. Apalagi dicampur dengan lauk daging kambing (lamb). Pokoknya kunjungi saja kalau sedang ke KL, cukup kenyang dan terjangkau. Sekali makan tanpa minum bisa dibeli sekitar RM 4. Disini juga ada minuman air tebu yang segar seharga RM 2.


Sedang dalam apartment sendiri kalau melihat keluar lewat balkon yang kelihatan gedung jangkung warna putih, diatasnya ada tulisan arab: Allah. Gedung ini milik semacam pengelola haji, bertempat di jalan protokol Ampang.



Tapi sebenarnya pandangan yang selalu ada dari dalam apartment adalah tulisan "Please Do Not Hang Clothes On The Balcony". Bagaimana mau ngantung baju lha wong tidak ada cantolannya kok! Hmm....