Kamis, 27 November 2008

Sent from mBackBetty® smartlady with Paha Bagus Mulus, Nyanthol and Greng Teruuusss...!

URL: http://wahyuhandoko.blogspot.com/

Pagi hari saya buka mailing list yang saya ikuti, sejak lama saya tidak buka. Cuma sesekali saja saya lakukan posting, hmm ya karena sibuk dan maaf beberapa postingan itu kadang just saya hello dan berisi postingan beberapa lowongan bagi kaum fresh graduate.., bukan saya mentertawakan postingannya, saya sudah kedaluarsa soal usia yang dipersyaratkan. Kalaupun ada dan memenuhi usia, kadang banyak tidak match dengan qualifikasi. Niat ingsun nyambut damel...terima saja kerjaan sekarang inilah. Alhamdulillah.

Cuma dari sekian lama aku ikutin mailing list, ada yang satu yang tiap kali aku amati, rada mengelitik banget. Ntah disengaja atau tidak para pengguna gadget BlackBerry*) dalam line terakhir selalu di-inline dengan kalimat "Sent from BlackBerry with...." Saya paham bahwa product Berry Hitam ini mendefault settingan signature dengan tag seperti itu.


BlackBerry adalah bagian dari alat nirkabel yang diperkenalkan sejak tahun 1999 oleh Research In Motion (RIM) sebuah perusahaan asal Kanada. Sejak tahun 2002 orang lebih mengenal dengan smartphone dimana ada kemampuan push email, pesan teks, internet fax, browsing dan terus berlanjut dengan kemampuan lainnya. Di Indonesia, Blackberry pertama kali diperkenalkan pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub (salah satu partner RIM).

Geli rasanya, apa enaknya ada kalimat seperti itu untuk 'signature paksaan'. Toh kita juga tidak dapat bayaran dari provider. Yang menjadikan parah lagi kalau saya lihat sang pengguna pun hanya menjawab hal yang pendek, satu kata saja, tapi dengan embel-embel yang lebih panjang di bawahnya, misalnya:


Sudah.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ehm..semoga saja tag inline tersebut bukan untuk menunjukkan bahwa 'saya punya gadget yang modern'. Hanya lupa saja belum diganti settingannya... Memang tidak dipungkiri untuk saat ini karena kemajuan teknologi menuntut kita untuk mempunyai tools yang mendukung bisnis. Tapi sayang, misal sejak ada GPRS lahir yang namanya orang Indonesia itu dah suka banding-bandingin "HP elo ada GPRS-nya tidak?". "Ada kameranya tidak?". "Bisa radio ama mp3 tidak?" Padahal pada suatu ketika saya tanya ke orang yang mau beli di Roxy Jakarta. "Masnya beli HP yang ada GPRSnya mau buat apa?". Jujur saya sangat kaget minta ampun, Mas tersebut tidak tahu fungsi GPRS.

Bangsa kita kadang sudah terbelenggu oleh rasa gengsi, maka beruntunglah orang Jepang yang telah memproduksinya, sudah level negeri kaya, disokong lagi ama orang-orang yang gengsi dari pelosok-pelosok kampung (dan juga orang kota) di Indonesia yang miskin ini, tetapi suka hidup dengan kegengsian dengan tambahan penyedap style hidup yang boros.

Saya suka pelajari hidup orang Indonesi Keturunan Tionghoa, kebetulan dulu saya bekerja dengan mayoritas saudara-saudara dari keturunan Tionghoa (termasuk sampai kawasan Petak Sembilan,Glodok). Misal saja keluarga Eka Tjipt Widjaja, sang founder Sinar Mas Group. Hidup mereka sebelum sukses, penuh dengan kesederhanaan, penuh perhitungan dalam pengeluaran. Sayang orang pribumi kadang merasa nyaman karena sejak lahir di negeri sendiri, kurang survival dalam hidup yang akhirnya kurang bisa menghargai apa saja yang telah dia dapat dari usaha-usahanya.

Lain lagi, pernahkan anda memakai alat GPS??
GPS dengan sederet varian GPS mapping, tracking, aviation, GIS, fishfinder adalah alat yang saya lihat akhir-akhir ini marak. Memang menyenangkan mencari tempat yang anda belum kenal dengan tools ini. Tinggal pencet awal dan pencet tujuan, kita akan ada guidence yang muncul untuk menuju ke tujuan. Bahkan dalam perjalanan maya, kita juga dapat menemukan restoran, tempat mucikari & toko kondom modern, lalu outlet-outlet modern yang akan dilaluinya.

Tapi, saya akan melihat dari unsur sosial. Dulu kalau orang menuju suatu arah tertentu yang belum pasti, maka orang tersebut akan berhenti dan menyapa orang lalu bertanya arah yang dimaksud. Berlalulah orang itu ke arah yang ditunjukan. Suatu saat orang itu akan menanyakan lagi setiap kali ada belokan ke orang lain yang ditemuinya. Bisa tukang ojek, mbah-mbah yang mencangkul ladang, orang di gereja, bapak di siskampling, bahkan anak kecil sekalipun. Itulah rasa social akan muncul dari hal-hal seperti itu, kita akan berinteraksi dengan kelompok manapun. Bahkan bisa-bisa kita ditemukan oleh sang GPS Sejati, si Mbok jualan pecel keliling sebut saja namanya Mbok Garmin Kartorejo atau Mbok Nuvi Ponijah, yang ternyata tetanggaan sama rumah yang bakal anda kunjungi. Sedap bukan? Selain nanti dapat gratisan pecel (kalau masih sisa), juga dapat buat bahan guyonan waktu sampai tujuan, lalu pastilah muncul rasa untuk berterima kasih kepada Mbok Garmin atau Mbok Nuvi.

Akankan gadget melibas habis rasa sosial?


Tidak. Munculah jaringan sosial di jagad maya. Bahkan ketika aku posting blog ini lalu iseng-iseng aktifkan YM muncul sapaan teman dari negeri seberang:

cocho****(11/27/2008 1:07:45 AM): eh udha pagi..
cocho****: tidur gih..
cocho****: malah ol..

Wahyu Handoko: hihihi
Wahyu Handoko: baru nulis blog
Wahyu Handoko: hehe
Wahyu Handoko: males benerin blueprint
Wahyu Handoko: enakan ngeblog
Wahyu Handoko: hhahahaa

cocho****: weleh.. centil.. pagi2
cocho****: gw harus bikin presentasi.. kekekeke..

Wahyu Handoko: buat present apa niy?

cocho****: buat training..

Tapi tetap saja jaringan social ini kalah taste (bisa dibahasakan 'kurang nendang'). I
tulah contoh nyata, bahkan kita pun bisa saja dikasih buket bunga, video, dan photo gambar pecel tanpa pernah merasakan pedes segarnya pecel, atau pun tidak bisa mengenang bau keringatnya mbah-mbah di ladang karen ekstra tenaga saat mencangkul.


Oleh karenanya sebagai tulisan 'ledekan' kiranya saya mencantumkan penutup dalam signature tulisan ini supaya lebih gengsi, karena gengsi rupanya sudah mengalahkan rasa untuk berprestasi.

Sent from mBackBetty® smartlady with Paha Bagus Mulus, Nyanthol and Greng Teruuusss...! Get mBackBetty, Free 2oo GB/month. Limited.

Note: Kita membeli alat, asal berguna & banyak manfaat, walaupun mahal ya beli saja:-)