Rabu, 01 Mei 2013

Blusukan di Malaysia: Part III: Antara Teh Tarik dan Es Teh Manis

Menggunakan beberapa kata daerah di mana kita tinggal yang berbeda adalah hal baik, artinya kita berusaha untuk menghormat dan meng-adjust culture dengan daerah tersebut. Apalagi bagi yang suka travel ke negeri orang, dia akan belajar bahasa yang super simple untuk transaksi sehari-hari, makanya tidak heran jika sampai jaman sekarang pun masih ada buku kecil ukuran pocket yang berisi beberapa frasa bahasa di toko buku yang besar sekalipun. Bahkan tante-tante dari Belanda banyak ditemui membawa buku semacam itu ketika berjalan-jalan di Kota Tua, Jakarta.

Pengalaman ini berawal dari kesalahpahaman structure bahasa sehari-harinya yang dipakai di Indonesia. Memang sejak semula, saat saya travel ke negeri yang terkenal teh tarik ini saya memesan minum dengan cara yang seperti di Indonesia. Lihat saja jika ingin pesan teh yang dikasih gula cukup pesan 'teh manis', jika ingin pakai es maka cukup jadi 'es teh manis'. So kalau di Malaysia ketika saya traveling atau kadang hanya untuk transit ke negeri lainnya saya pun memesan 'teh tarik with ice' yang artikan adalah teh tarik biasa di kasih es. Dan benar keluar pesanan yang saya inginkan.



Kini jika melihat menu di Malaysia, dan beberapa menu kopi tiam yang mulai banyak di Indonesia juga, banyak istilah yang mereka pakai 'Kopi O', 'Kopi Tarik', 'Kopi'. Bahkan sudah ada yang memasukkan unsur jenis musik Indonesia ke dalam nama minuman: Kopi Dangdut, Tea Dangdut.

Nah, suatu saat saya keluar bersama pekerja maintenance di tempat saya tinggal  setelah memperbaiki pipa air yang sedikit bocor. Ini pekerja dari Jawa Timur, Indonesia, so saya tawarkan untuk minum. Dan dia bilang 'teh ais'. Ais adalah serapan dari ice (in english).

Okay sesampai di kedai mamak, saya memesan: "Boleh pesan teh ais satu, teh tarik with ice satu..."

Sang Kedai: "Minum ke?" Dia menanyakan yang artinya mau minum di tempat atau tidak.

Jawab saya: "Tapao..." Kadang pun saya sudah memakai bahasa "tapao", artinya sendiri makanan yang dibungkus, ini serapan dari bahasa china sepertinya.

Tak lama keluar bungkusan plastik yang khas diikat diujung untuk kedua jenis minuman yang saya pesan tadi. Namun kedua minuman itu sama persis dari warnanya pun nampak 100% sama.

Saya balik bertanya: "Sorry, which one na yang teh ais and which one teh tarik with ice?" sambil menerawang kedua minuman itu.

Dengan cepat Sang Kedai menunjuk: "Boleh mana-mana...this one teh ais and this one also teh ais".

"..and which one teh tarik with ice?" balasku cepat karena takut tertukar.
Sang Kedai: "Yapp...both of them".

Nah baru sadar, setelah di kantor saya cerita kejadian itu sebelum meeting, tentu tertawa gelak semua rekan dan kolega, dan disimpulkan bahwa tidak ada istilah 'teh tarik with ice' di sini, itu bahasa saya saja yang biasa pesan 'es teh manis'. Pantas waktu itu semua orang di kedai itu pun tersenyum-senyum. Dan gilanya ada yang iseng, teman notulen menambahkan additional note dalam minutes of meeting tentang pembahasan teh ais ini. Banyak yang friendly tapi gokil juga teman di luar ini. :)



Mungkin karena beragamnya pendatang dari negara lain, yang saya lihat di Singapore dan Malaysia itu bahasa akan menjadi campur dan kadang bagi yang belum kenal akan susah menangkapnya. Indonesia dan Malaysia menggunakan bahasa yang serumpun namun ketika bercakap kita akan sedikit susah karena ada beda pengucapan dan makna. Sedang dalam berbahasa english pun kita kadang sedikit janggal karena mereka juga mencampur bahasa, namun lama-lama kita pun mudah mencerna bahkan bahasa slank pun nanti kita akan dapat. 

Satu lagi jangan pernah kaget jika ada orang bilang "makananya sejuk" itu artinya makanan yang sudah dingin. Sejuk dan dingin adalah kata yang tertukar pengunaanya jika dibandingkan dengan Indonesia. Namun Singapore dan Malaysia adalah selalu welcome dengan berbagai istilah yang kadang anggap mereka tidak cocok, karena mereka sadar bahwa di negaranya di datangi dan dihuni oleh berbagai bangsa yang berbeda, dan keduanya adalah ciri negara yang lebih maju di mana penduduknya sudah tidak majority satu negara saja.

 Serial Blusukan di Malaysia lainnya:

Part I:
Menjual minuman kuat untuk kuatkan Indonesia
Part II: Berganti Nama India, Retasan pada Account Bank
Part IV:
Kita pun Butuh Mereka, Para Keturunan China

Versi lengkapnya ada kllik saja disini Blusukan di Malaysia.
 



.

Posting Komentar