Minggu, 20 April 2014

Jihadlah Kepada Kaum Muslim Sendiri


Ilustrasi: Crystal Mosques, Terengganu terletak di kawasan yang asri
Saya baru saja mendarat di Terminal 3 Soekarno Hatta Airport Cengkareng. Selepas pengecekan imigrasi saya menuju surau di lantai bawah. Ketika mau sholat tercium bau rokok dan membuat saya mencari si perokok itu.

Terlihat orang berpeci merokok, orangnya besar bergaya ‘haji’ style.

Double check, apakah area itu smoking area atau bukan. Tidak ada tanda smoking area, lalu saya tegur.


Artikel ini terpilih menjadi
artikel "INSPIRATIF"
di Kompasiana 19-20 April 2014
‘Maaf Pak, ini bukan tempat merokok’ tegur saya sambil sesek rasanya melihat abu berserakan di lantai airport yang bersih.

‘Ini tempatnya merokok, tuh disediakan tempatnya’ tukas si ‘haji’ styler sambil menunjuk tong sampah yang disediakan dalam airport.

Saya tak emosi, saya jelaskan seperti mendidik orang yang belum tahu itu adalah tong sampah.

Tapi diakhir sebelum pergi saya katakan:

‘Tuhan Bapak dan Tuhan saya itu maha bersih, Dia senang akan kebersihan’.

‘Ini surau, di depan surau, tempat kita berdialog dengan Sang Maha Bersih’

Baru dimatikan itu rokok.

Note:
Jihad banyak diartikan permusuhan kepada kaum non muslim, itu tidak tepat, jihad adalah perjuangan kebaikan dan yang penting kebaikan di dalam kaum muslim itu sendiri dahulu.

Selamat membentuk dan mewujudkan Indonesia menjadi negeri teramah di dunia.

Posting Komentar